Ukuran Baut dan Cara Membacanya

Baut adalah salah satu komponen yang sering ditemukan, baik pada komponen kendaraan atau digunakan untuk komponen lain. Masih banyak yang belum bisa membedakan antara baut dan sekrup. Padahal keduanya berbeda. Keduanya memang sama-sama komponen yang berfungsi untuk mengikat. Namun, untuk baut biasanya di bagian ujungnya dilengkapi dengan nut atau yang lebih dikenal dengan mur. Mengetahui ukuran baut sangat penting karena bisa menjadi pedoman bagi Anda ketika membutuhkan serta akan membantu menentukan ukuran kunci yang bisa digunakan untuk memasang atau melepaskannya.

Ukuran Baut Yang Sering Digunakan

Ukuran Baut Lengkap

Ukuran baut dibuat dengan menggunakan kode-kode yang menunjukkan ukuran masing-masing bagiannya. Ada dua standar ukuran yang diterapkan untuk baut. Namun, standar ukuran yang digunakan di Indonesia adalah standar dengan skala metrik. Untuk standar metrik ini, ciri-cirinya diantaranya disimbolkan dengan angka M yang artinya Metrik. Selain itu, ukurannya menggunakan satuan milimeter dengan sudut alpha atau sudut puncak 60°.

Sebelum mengetahui beberapa ukuran baut, ada panduan bagaimana cara membaca ukuran komponen ini. Dalam skala metrik, biasanya ukuran untuk baut ditulis dengan format khusus. Contohnya, M 8 x 1,25 2 LH L:35mm. Huruf M menunjukkan skala Metrik, sedangkan angka 8 menunjukkan diameter baut. Angka 1,25 menunjukkan ukuran jarak ulir. Sementara angka 2 menunjukkan kelas material. Huruf LH menunjukkan arah ulir, dimana simbol LH berarti arah ulirnya ke kiri dan L:35mm berarti panjang baut tersebut. Nah, berikut ini adalah beberapa ukuran baut yang bisa Anda Ketahui.

Baca juga : Ukuran Peti Kemas 20 Feet

M 20 x 2,5 L: 95

Sesuai dengan penjelasan di atas, ukuran baut M 20 berarti baut ini memiliki diameter 20 mm. Sedangkan ukuran jarak ulirnya adalah 2,5 mm. Diikuti dengan kode L:95 yang menunjukkan baut tersebut memiliki panjang 95 mm.

M 24 x 3,0 L: 50

Ukuran selanjutnya adalah baut dengan kode M24 x 3,0 L:50. Dari kode ini dapat diketahui jika baut tersebut memiliki ukuran diameter 24 mm. Jarak ulir juga bisa diketahui yaitu 3,0 mm berdasarkan angka yang berada di belakang tanda x. Baut ini memiliki panjang total 50 mm yang ditunjukkan oleh kode L.

M 24 x 3,0 L: 60

Berikutnya ada baut dengan kode M 24 x 3,0 L: 60. Kode ini menunjukkan ukuran dari baut tersebut dimulai dari diameter adalah 24mm. Kemudian diikuti dengan jarak ulirnya adalah 3,0 mm dan panjang total baut adalah 60 mm. Dan baut ini menggunakan skala Metrik yang dapat diketahui dari penggunaan huruf M di bagian awal.

Simak juga : Ukuran Hebel

M 20 x 2,5 L: 100

Ukuran selanjutnya adalah baut dengan kode ukuran M 20 x 2,5 L: 100. Dari kode ini dapat terbaca, bahwa baut tersebut memiliki diameter berukuran 20 mm. Baut ini memiliki jarak ulir sepanjang 2,5 mm dengan panjang total 100mm. Baut ini juga menggunakan skala Metrik.

Demikian tadi adalah penjelasan singkat tentang baut, bagaimana cara membaca ukuran baut dan beberapa contoh ukurannya. Baut yang merupakan komponen penyambung atau pengikat ini banyak digunakan. Alasannya karena dapat digunakan untuk mengikat dua bagian tanpa harus merusak salah satu bagiannya. Selain itu, penggunaan baut juga lebih praktis karena bisa dipasang dan dilepas dengan mudah menggunakan kunci khusus. Nah, beberapa ukuran di atas hanya sebagian kecil ukuran dari baut yang ada.

Tinggalkan komentar